APPMBGI Minta Prioritas Penyempurnaan Program MBG di Dalam Negeri Sebelum Ekspansi ke Jeddah

APPMBGI Minta Prioritas Penyempurnaan Program MBG di Dalam Negeri Sebelum Ekspansi ke Jeddah

Jakarta, 1 Juni 2026* – Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menyampaikan keprihatinan sekaligus harapan terkait rencana Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan membuka dapur MBG di Jeddah, Arab Saudi.

Meski mendukung semangat perluasan manfaat program, APPMBGI menekankan bahwa prioritas utama saat ini harus penyempurnaan kualitas dan pemerataan di dalam negeri, khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Ketua Umum DPP APPMBGI, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S., M.Si., IPU., ASEAN Eng., menyatakan:

> “Kami mendukung penuh visi pemerintah untuk memperluas program Makan Bergizi Gratis, termasuk kepada anak-anak WNI di luar negeri. Namun, dengan kondisi saat ini di mana hampir 30% dapur MBG pernah disuspend dan lebih dari 2.200 dapur masih dibekukan, serta cakupan di daerah terpencil yang masih sangat terbatas, ekspansi ke Jeddah terasa prematur. Kita harus membuktikan keberhasilan di Indonesia terlebih dahulu sebelum melangkah ke luar negeri.”

Data BGN mencatat bahwa dari sekitar 27.208 dapur yang beroperasi sejak Januari 2025, sebanyak 8.182 unit pernah dijatuhi sanksi penangguhan akibat berbagai pelanggaran, mulai dari kasus keracunan pangan, praktik markup harga bahan baku, hingga ketidakpatuhan standar sanitasi dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hingga akhir Mei 2026, 2.213 dapur masih dalam status dibekukan.

Dr. Abdul Rivai Ras menambahkan:

> “Di daerah 3T, anak-anak yang paling rentan stunting justru belum mendapatkan akses yang memadai. Bukan hanya soal kuantitas dapur, tapi kualitas gizi, keamanan pangan, dan keberlanjutan distribusi yang masih menjadi tantangan besar. Ekspansi internasional sebaiknya dilakukan setelah kita memiliki model percontohan sukses di wilayah terpencil dalam negeri.”

APPMBGI sebagai mitra strategis pemerintah siap berkontribusi dalam memperkuat tata kelola program MBG melalui:

- Peningkatan kapasitas mitra pengelola dapur

- Penguatan pengawasan dan transparansi rantai pasok

- Pengembangan model dapur khusus untuk daerah 3T yang adaptif terhadap tantangan logistik dan infrastruktur

Dr. Abdul Rivai Ras berharap BGN dapat mempertimbangkan rekomendasi ini agar program MBG tetap menjadi kebanggaan nasional dan benar-benar memberikan dampak maksimal bagi penurunan stunting serta peningkatan kualitas SDM Indonesia. (*)

APPMBGI tidak memungut biaya dalam bentuk apa pun untuk pengurusan atau fasilitasi perizinan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). APPMBGI tidak memungut biaya dalam bentuk apa pun untuk pengurusan atau fasilitasi perizinan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). APPMBGI tidak memungut biaya dalam bentuk apa pun untuk pengurusan atau fasilitasi perizinan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG).